Langsung ke konten utama

Cerita Kumbang Dan Sang Bunga

Ini cerita tentang bunga dan kumbang. Bunga akan terlihat lebih indah ketika kumbang mulai menghinggapinya. Bunga akan selalu menawarkan warna yang indah secerah dan se kompleks itu. Mereka akan selalu didandani dengan tangkai yang panjang di ujungnya ada sari dan kelopak menambah mahkota indah sang bunga.

Tetapi jujur sang kumbang hanya tertarik pada madu yang akan dikeluarkan oleh sang bunga. Bunga yang subur akan berisi sari-sari yang utuh dengan madu yang banyak dan padat. Sari-sari ini lah yang akan dihisap oleh kumbang untuk menambah tenaga atau untuk bekerja kembali membangun rumahnya di ujung sana. Perlu juga diingat kembali dengan bantuan kumbang sari-sari dan putik akan bergabung dan terjadilah penyerbukan atau perkawinan sehingga menghasilkan tunas  bunga yang baru jauh lebih baik dari sebelumnya. Kumbang dan Bunga memiliki simbiosis mutualisme. Sang kumbang dan bunga saling menguntungkan.

Sang kumbang dan Sang bunga saya ibaratkan sebagai hubungan 2 orang insan dalam asmara percintaan. 2 orang tersebut seharusnya ada take and give satu sama lain. Jangan cowok hanya give terus tanpa take dari si wanita. Begitu juga wanita jangan take terus dari lelakinya tetapi harus ada give nya. Dengan begitu saling menguntungkan serta pribadi keduanya berkembang.

Seorang lelaki itu memiliki kebutuhan untuk dihormati, di motivasi inilah yang seharusnya wanita memberi (give). Namun lelaki harus menjadi pendengar sejati, memberi pujian setiap hari, melindungi, mengayomi sang wanitanya agar wanita tidak merasa insecure terhadap hubungan ini tetapi aman, nyaman dan tentram secara fisik dan mental.

Ingatlah di Balik Lelaki sukses ada wanita yang berada di sampingNya bukan di belakangnya. Di balik Wanita yang bahagia ada lelaki yang senantiasa jadi pendengar yang baik dan satpam yang menjaga 24 jam hehehe...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsumtif Menjalar ke Gaya Hedon

"Hedonisme zaman now" Mengapa orang semakin memiliki gaya hedon sekarang? Dengan Perkembangan teknologi zaman sekarang perubahan perilaku manusia akan semakin Konsumptif. Dengan makanan cepat saji maka manusia tidak perlu lagi menunggu makanan yang dimasak dengan proses yang terlalu lama. Dengan dunia digital manusia tidak capek lagi mencari informasi yang akurat tentang suatu hal, dan dengan belanja online manusia tidak selalu keluar untuk membeli suatu barang. Tinggal klik aplikasi dengan sekejap barang sudah datang ke tempat kita. Namun tak disangka dengan perkembangan zaman yang begitu cepat, dunia fashion yang begitu luas pengaruhnya terhadap daya beli masyarakat sehingga perilaku yang konsumptif temporer. Dalam artian kalau ada duit kita baru belanja dan kalau belanja hanya meilihat diskon-diskon sekarang menuju ke gaya hidup yang hedon. Mengapa Manusia lebih memilih gaya hedon ketimbang hidup sederhana. 1.Manusia Tidak Pernah Puas Siapa sih manusia yan...

Waktu dan Kesempatan

Waktu adalah Hal paling berharga Tuhan Berikan. Waktu dapat menciptakan dan menghilangkan kesempatan. Kesempatan untuk belajar tentang kehidupan. Kehidupan yang Tuhan Berikan ketika kita mulai hadir di bumi, menjalani sisa-sisa waktu sampai pada saatnya hari-hari terakhir yang membawa kita pada kekekalan atau maut. Waktu telah memilih alur serta jalannya kehidupannya masing-masing. Dia akan berputar dalam sebuah lingkaran yang tak terputus sehingga kesempatan memberikan arti sebuah dari perjuangan, kekuatan, serta dari akibatnya adalah kekalahan dan kemenangan. Jika Tuhan masih memberi kesempatan nikmatilah segala sesuatunya. Namun pada waktuNya Tuhan akan mengambil waktu, kesempatan, dan kehidupan dalam kondisi yang kita sendiri tidak mengetahuinya. Semua rahasia. Namun percayalah Waktu tak akan lepas dari sebuah kesempatan karena kesempatan memberikan ruang kehidupan untuk menikmati waktu itu. Selamat Belajar Memahami waktu, mempergunakan kesempatan, dan Berbagi Kehidupan. God Bless ...

Putri Kecil

Aku Teringat.... Tangisan pertama itu menyentuh kalbu Terus melukiskan cinta sang ibu Dari hari ke hari terasa cepat berlalu. Putri kecil bertumbuh seiring berjalannya waktu. Aku teringat.... Walau begitu lama menanti Kehadiranmu membawa sukacita Tertuju Pada Tuhan tanpa henti Serta mengajarkan kami orang tuamu untuk selalu rendah hati Saling mencintai dan mengabdi menjadi pernikahan abadi Terima kasih putri kecilku... Izinkan kami merawat dan membesarkanmu Hingga Akhirnya engkau kelak mengerti dan mampu Mencari, menemukan jalan kebenaran yang mesti engkau tempuh