Banyak sanggahan bahwa Yesus adalah 100 persen Tuhan. Mereka mencari celah untuk menjatuhkan pernyataan di atas. Mereka memerlukan perkataan Yesus secara langsung untuk menyatakan DIA Tuhan di depan banyak orang. Namun Yesus punya hikmat untuk berkata secara implisit/tersirat dengan makna yang cukup dalam jika kita mencoba menelisik ayat-ayat di kita suci.
1. Yohanes 13:13 TB
Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
Dalam Yohanes 13:3 ini adalah pertanyaan yang menjebak dari ahli taurat dan farisi. Tradisi Yahudi tentang pembasuhan kaki dipertanyakan mereka sebagai kebiasaan orang Yahudi yang membasuh kaki para guru-guru besarnya. Tetapi Yesus terbalik konteknya Yesus memberi teladan. Sebagai Guru dan Tuhan Yesus lah membasuh kaki murid-murid Nya. Ini teladan yang diharapkan bagi kita orang percaya.
2. Matius 12 :8
Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."
Hari sabat bagi orang Israel adalah hari perhentian dan sakral bagi mereka. Para ahli taurat dan farisi adalah penyelenggara hari sabat. Mereka memimpin upacara ini.
Semua kegiatan pada saat itu harus dihentikan ketika hari sabat tiba. Otoritas tertinggi di pihak ahli2 agama. Tetapi Yesus menjawab bahwa otoritas Tertinggi hari sabat adalah Tuhan sendiri. Tuhan mengatur hari sabat bukan membatasi segala aktifitas atau kegiatan. Tetapi hari sabat itu adalah fokus kepada Allah dengan tidak merubah kan fokus kepada manusianya.
3.Matius 26:64
Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit."
Anak manusia memiliki posisi di sebelah kanan Allah Bapa. Ini merupakan Posisi dalam sebuah kemuliaan Bapa. Memerintah dan berotoritaa tertinggi dalam pemerintahan kerajaan Allah.
4.Kolose 2:9
Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,
Secara jasmaniah seluruh kepenuhan Allah ada di dalam diri Yesus Kristus. Pengertian jasmaniah di sini bukan secara daging tetapi lebih kehadiran Roh dalam pribadi kita orang percaya. Yesus sendirilah memenuhi kita secara utuh sebagai seorang pribadi yang taat pada kehendak Allah paling tinggi.
Oleh sebab itu komunikasi kita secara doa dalam roh dan kebenaran yang secara terus menerus harus kita kerjakan.
Komentar
Posting Komentar