Langsung ke konten utama

Seperti Seorang Anak

Di depan Tuhan. Kita tidak lebih dari seorang anak yang perlu pertolongan orang tuanya sehari-hari. Ketika pagi kita berdoa dan bersyukur pada Nya bahwasanya kita masih di beri kesempatan untuk hidup. Namun pada saat telah melewati pintu dan pagar rumah kita lupa padaNya. Kita terlalu sibuk dengan aktifitas masing-masing sehingga dunianya hanya dia dan sekitarnya tanpa bantuan orang Tua. Waktu sudah buntu akan sesuatu pasti mencari jalan keluar sendiri tanpa pedoman yang telah diberikan. Jika tidak mendapatkan lagi, pulang ke rumah dan mengadu kepada orang tua. Kehidupan rohani kita terkadang seperti kehidupan anak-anak. Merasa kuat dengan diri sendiri sehingga tidak perlu Tuhan. Sudah mentok tak tau jalan bergumul kepada Tuhan. Tetapi ingat kita tak selamanya jadi anak-anak. Proses kehidupan akan membuat kita tambah dewasa. Hanya Kebergantungan kita kepada Tuhan biarlah seperti anak-anak. Sepanjang hari butuh orang tua. Berpengharapan sepenuhnya pada Tuhan serta terus berusaha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu dan Kesempatan

Waktu adalah Hal paling berharga Tuhan Berikan. Waktu dapat menciptakan dan menghilangkan kesempatan. Kesempatan untuk belajar tentang kehidupan. Kehidupan yang Tuhan Berikan ketika kita mulai hadir di bumi, menjalani sisa-sisa waktu sampai pada saatnya hari-hari terakhir yang membawa kita pada kekekalan atau maut. Waktu telah memilih alur serta jalannya kehidupannya masing-masing. Dia akan berputar dalam sebuah lingkaran yang tak terputus sehingga kesempatan memberikan arti sebuah dari perjuangan, kekuatan, serta dari akibatnya adalah kekalahan dan kemenangan. Jika Tuhan masih memberi kesempatan nikmatilah segala sesuatunya. Namun pada waktuNya Tuhan akan mengambil waktu, kesempatan, dan kehidupan dalam kondisi yang kita sendiri tidak mengetahuinya. Semua rahasia. Namun percayalah Waktu tak akan lepas dari sebuah kesempatan karena kesempatan memberikan ruang kehidupan untuk menikmati waktu itu. Selamat Belajar Memahami waktu, mempergunakan kesempatan, dan Berbagi Kehidupan. God Bless ...

Hati Berpengertian, Telinga orang Bijak

Salah satu  Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri. Maka untuk menjadi cerdas diperlukan pengetahuan. Pengetahuan dimaksud adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia . Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Banyak cara untuk memperoleh pengetahuan dari media surat kabar, buku, majalah, media elektronik yg canggih pada saat ini. Oleh karena itu kita harus belajar agar dapat memperoleh pengetahuan itu. Belajar itu memerlukan hati,pikiran, pendengaran yg tertuju pada pengetah...

Nyiyir (Cemooh) Oh No!!

Mendekati tahun 2019, maka kita akan mendekati tahun politik yg selalu punya intrik, siasat, strategi untuk menjual "sesuatu".  Belum sampai pun tahun 2019, suatu gerakan sudah terjadi yaitu salah satunya gerakan #gantipresiden2019. Kaum  ini berusaha untuk membawa paham bahwa presiden sekarang adalah presiden yg tidak bagus harus diganti dengan yg mereka inginkan. Bahkan gerakan ini berusaha membawa pengaruh yg tidak baik berupa ejekan, hinaan, penolakan, atau yg kaum millenial sebut nyinyir (bacah : cemooh). Cemooh atau ejekan berupa lisan atau tulisan di media sosial adalah tindakan yg tidak fair. Baik itu di dalam dunia politik ataupun dunia kehidupan kita. Kaum ini biasanya bergerak melalui media Twitter untuk nge tweet atau perang hastag. Itu sebabnya burung Twitter itu lebih gemuk ketimbang burung Traveloka. Karena Twitter lebih banyak berkicau daripada Traveloka yg hobi jalan-jalan heheheh. Oleh karena itu mari kita bahas sebentar orang pencemooh ini.  1. ...