Di depan Tuhan. Kita tidak lebih dari seorang anak yang perlu pertolongan orang tuanya sehari-hari. Ketika pagi kita berdoa dan bersyukur pada Nya bahwasanya kita masih di beri kesempatan untuk hidup. Namun pada saat telah melewati pintu dan pagar rumah kita lupa padaNya. Kita terlalu sibuk dengan aktifitas masing-masing sehingga dunianya hanya dia dan sekitarnya tanpa bantuan orang Tua. Waktu sudah buntu akan sesuatu pasti mencari jalan keluar sendiri tanpa pedoman yang telah diberikan. Jika tidak mendapatkan lagi, pulang ke rumah dan mengadu kepada orang tua. Kehidupan rohani kita terkadang seperti kehidupan anak-anak. Merasa kuat dengan diri sendiri sehingga tidak perlu Tuhan. Sudah mentok tak tau jalan bergumul kepada Tuhan. Tetapi ingat kita tak selamanya jadi anak-anak. Proses kehidupan akan membuat kita tambah dewasa. Hanya Kebergantungan kita kepada Tuhan biarlah seperti anak-anak. Sepanjang hari butuh orang tua. Berpengharapan sepenuhnya pada Tuhan serta terus berusaha
"Hedonisme zaman now" Mengapa orang semakin memiliki gaya hedon sekarang? Dengan Perkembangan teknologi zaman sekarang perubahan perilaku manusia akan semakin Konsumptif. Dengan makanan cepat saji maka manusia tidak perlu lagi menunggu makanan yang dimasak dengan proses yang terlalu lama. Dengan dunia digital manusia tidak capek lagi mencari informasi yang akurat tentang suatu hal, dan dengan belanja online manusia tidak selalu keluar untuk membeli suatu barang. Tinggal klik aplikasi dengan sekejap barang sudah datang ke tempat kita. Namun tak disangka dengan perkembangan zaman yang begitu cepat, dunia fashion yang begitu luas pengaruhnya terhadap daya beli masyarakat sehingga perilaku yang konsumptif temporer. Dalam artian kalau ada duit kita baru belanja dan kalau belanja hanya meilihat diskon-diskon sekarang menuju ke gaya hidup yang hedon. Mengapa Manusia lebih memilih gaya hedon ketimbang hidup sederhana. 1.Manusia Tidak Pernah Puas Siapa sih manusia yan...
Komentar
Posting Komentar